Hmmmm……….,
Kalender tahun 2009 baru selesai. Melewati suasana yang panjang dan lebar. Nda bisa langsung selesai dari bulan Desember 2008, maklum yang desain waktu luangnya lompat sana lompat sini. Sebelum akhirnya cetak di kertas, sebelumnya sempat uji coba cetak di kain vinyl (bahan yang banyak di pakai untuk spanduk spanduk caleg) karna di harap dengan cara ini bisa menghemat biaya cetak. Tapi ternyata di atas bahan ini hasilnya sedikit pecahhhhhhh dan rada burammmm. Untung ada saudari Vony Mantiri yang bisa ngasih solusi, dia punya langganan percetakan. maka kesana akhirnya kita order untuk cetak kalender itu.
1






1
2
1
2
dari self wowor
ke Toulemoh@gmail.com
tanggal 16 Januari 2009 23:19
subjek Fwd: Minahasa pe opa-opa dulu pe nama dang …
dikirim oleh gmail.com
Pada tanggal 26/12/08, Bartje Bernhard Tumbelaka, M2RO
menulis:
Hi …
Warm regards Bartje 26 Apr 08
MANADO PE FAM
By didikbudiarto
Categories: Culture
Tags: Indonesiana
Saya mendapatkan artikel ini dari salah satu milis yang saya ikuti. Saya jadi teringat ‘joke’ tentang dialog antara seorang guru dan murid d sebuah SD di Tondano, Minahasa. Konon, ketika pelajaran sejarah, sang guru menerangkan kisah teks proklamasi yang dibacakan Bung Karno. Di akhir teks proklamasi itu disebutkan nama penandatangannya, yaitu Soekarno – Hatta. Kontan sang murid berkomentar, “Pak Guru, kalau begitu Soekarno pe fam Hatta dang?”
Dengan sedikit editing, inilah artikel yang cukup menarik itu:
Buat orang Manado, dalam hal ini suku besar Minahasa, fam (family-name) mewakili jati diri, citra, dan bahkan martabat serta harga diri. Fam diturunkan berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki (patrilinial) dan wajib digunakan sebagai harkat serta lambang sebagai generasi penerus keluarga.
Lanjut membaca →