kalender tahun 2009.

Hmmmm……….,

Kalender tahun 2009 baru selesai. Melewati suasana yang panjang dan lebar. Nda bisa langsung selesai dari bulan Desember 2008, maklum yang desain waktu luangnya lompat sana lompat sini. Sebelum akhirnya cetak di kertas, sebelumnya sempat uji coba cetak di kain vinyl (bahan yang banyak di pakai untuk spanduk spanduk caleg) karna di harap dengan cara ini bisa menghemat biaya cetak. Tapi ternyata di atas bahan ini hasilnya sedikit pecahhhhhhh dan rada burammmm. Untung ada saudari Vony Mantiri yang bisa ngasih solusi, dia punya langganan percetakan. maka kesana akhirnya kita order untuk cetak kalender itu.

Lanjut membaca

Bukan kita pe foto2

Foto foto ini di sadur dari internet. Sekedar untuk mengkoleksi saja dan mungkin ada yang suka, bisa di sadur lagi. Selamat menikmati.

Lanjut membaca

So tengah malam

So jam 01:20. Sampe jam ini nyaku masih kutak katik blog untuk merubah tampilan dan semoga makin mempermudah toulemoh’s webloger membuka buka isi blog ini. Ada banyak perubahan yang terjadi, sebagian besar halaman halaman di pindah ke posting harian tapi isinya bisa juga di akses melalui “kategori”.

Yah…, sementara gini dulu. Sesudah ini masih mo baku cako di workshop dengan pekerjaan yang lain. Saat itu tentunya kebanyakan orang sudah di alam mimpi. Tapi nda apa apa lantaran ada beberapa pekerjaan yang tertunda sejak tahun 2008 yang belum selesai.

Salam mah leos leosan wo mah sawang-sawangan. Baku baku bae deng baku baku tulung.

Arti Fam

Januari 17, 2009 pukul 02:24 Sunting

dari self wowor
ke Toulemoh@gmail.com
tanggal 16 Januari 2009 23:19
subjek Fwd: Minahasa pe opa-opa dulu pe nama dang …
dikirim oleh gmail.com

Pada tanggal 26/12/08, Bartje Bernhard Tumbelaka, M2RO
menulis:
Hi …
Warm regards Bartje 26 Apr 08
MANADO PE FAM

By didikbudiarto

Categories: Culture
Tags: Indonesiana

Saya mendapatkan artikel ini dari salah satu milis yang saya ikuti. Saya jadi teringat ‘joke’ tentang dialog antara seorang guru dan murid d sebuah SD di Tondano, Minahasa. Konon, ketika pelajaran sejarah, sang guru menerangkan kisah teks proklamasi yang dibacakan Bung Karno. Di akhir teks proklamasi itu disebutkan nama penandatangannya, yaitu Soekarno – Hatta. Kontan sang murid berkomentar, “Pak Guru, kalau begitu Soekarno pe fam Hatta dang?”

Dengan sedikit editing, inilah artikel yang cukup menarik itu:

Buat orang Manado, dalam hal ini suku besar Minahasa, fam (family-name) mewakili jati diri, citra, dan bahkan martabat serta harga diri. Fam diturunkan berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki (patrilinial) dan wajib digunakan sebagai harkat serta lambang sebagai generasi penerus keluarga.

Lanjut membaca

Pengurus Rukun Lemoh

Susunan Pengurus Rukun Lemoh se-Jabodetabek

Penasehat

img_068y9

Bpk. Ongky Sjahly

toulemoh-154

Ibu. Adee Pontoan

toulemoh-146

Ibu. Stans Mamonto


Ketua

toulemoh-51

Bpk. Drs. Frans Loway, M.Pd

Wakil Ketua

picture-003

Bpk. Sami Sumeisey

Sekertaris

toulemoh-165

Sdri. Voni Mantiri

Bendahara

toulemoh-166

Ibu. Hanitje Kalalo

SEKERTARIAT.

Jl. Wisma Jaya no. 7 Rawamangun Jakarta Timur.

Telp. 021-4711893.

Contac Person hp 081310208902 dgn sdri. Voni Mantiri.

REKENING.

Bank Mandiri

Daan Mogot Tangerang

No. 118 000 1243 657

An. Ibu Hanitje Kalalo.

berita dari daerah

Berita Minahasa Induk

23 April 2008

Walewangko, Kumtua Desa Lemoh

Lanjutan pemilihan Kumtua Desa Lemoh, Kecamatan Tom-bariri, Selasa (22/04) kemarin, bertempat di Balai Desa Lemoh, berlangsung dilaksanakan aman dan lancar.
Pada putaran kedua pesta de-mokrasi ini, Lidius Walewangko akhirnya terpilih sebagai Kum-tua Desa Lemoh dengan per-olehan suara sebanyak 446 se-kaligus mengalahkan saingan-nya Semuel Loway dengan jum-lah perolehan suara 310.
Berdasarkan data dari panitia pelaksana pemilihan Kumtua Desa Lemoh, pemilih yang ter-daftar berjumlah 853 orang, namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 757 orang. Sementara, kertas suara yang tidak dihitung alias rusak da-lam pemilihan ini hanya satu kertas suara.
Pantauan harian ini, usai per-hitungan surat suara, massa pendukung dari calon kumtua yang kalah tak memprotesnya. Menariknya, Loway bersama istrinya langsung memeluk Walewangko.

Lanjut membaca

ba bahasa daerah

  1. toulemoh Desember 18, 2008 pukul 14:38 Sunting

    beberapa hari yang lalu, Yonics ada buah pikiran untuk mempopulerkan kembali bahasa daerah di desa tercinta. Semisal dengan cara ada hari2 tertentu sekolah dalam proses belajar dan mengajar menggunakan bahasa daerah. Pikir saya itu sangat baik karena bahasa mempunyai resiko hilang dari peredaran manakala masyarakatnya mulai lupa menggunakan bahasa tersebut. Dan kalu tidak salah itu sudah mulai terjadi saat ini. Pengaruh arus media informasi terbuka yang luar biasa gempurannya telah perlahan lahan mengkikis bahasa daerah kita.
    Di Jakarta pada saat kita kumpul2 kemudian ada yang tiba tiba bicara satu kata bahasa daerah yang sudah lama tidak terdengar, pasti semua sedikit terkenang masa di mana kata itu sering terucap.
    Itu adalah satu indikasi sederhana bahwa bahasa daerah kita mulai terkikis. Jadi kita kira dang memang torang boleh bantu suport spaya ada hari hari torang di kampung bicara pake bahasa daerah.
    Bagimana?

Lanjut membaca